Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]



Untuk menyembuhkan kesurupan, atau secara luas ada gangguan roh eksternal ke tubuh, muncul tawaran penyembuhan. Di samping dari paranormal, penyembuhan juga dianggap manjur dengan garam ruqyah. Namun justru ada dugaan bisnis garam dengan embel-embel khasiat tersebut.


Ramainya praktik bisnis garam ruqyah diramaikan oleh konten creator sekaligus ekonom, Ferry Irwandi. Dia mengatakan praktik bisnis berbalut mistis garam ruqyah tidak masuk akal. CEO Malaka Project tersebut, menyebut bahwa bisnis ini sangat menguntungkan, hanya dengan mengandalkan garam krosok biasa yang dijual dengan harga selangit setelah diberi label ruqyah.



Dalam keterangannya di kanal YouTube pribadi, Ferry menyebut garam krosok sebagai salah satu bisnis paling menguntungkan di abad ini. Garam ini, yang biasa dijual di pasaran dengan harga Rp3.000 hingga Rp6.000 per 500 gram, bisa melonjak hingga Rp 150.000 setelah diberi embel-embel ‘ruqyah’. “Margin keuntungan yang dihasilkan dari bisnis ini sangat besar,” katanya, beberapa waktu lalu.

Dengan harga jual antara Rp50.000 hingga Rp190.000, keuntungan yang diraih bisa mencapai lebih dari 2.000%. Menurutnya, garam ruqyah telah menjadi salah satu barang dengan transaksi terbesar di e-commerce Indonesia. Pria kelahiran Jambi ini juga mengungkapkan data mengejutkan yang ia peroleh saat mengisi acara di sebuah perusahaan ekspedisi.



Dari laporan yang diberikan perusahaan tersebut, diketahui bahwa omzet satu toko garam ruqyah saja bisa mencapai Rp 4,4 miliar. Hal ini menunjukkan betapa tingginya permintaan masyarakat terhadap produk ini di pasar. Ferry menilai fenomena ini sebagai bukti betapa banyaknya konsumen yang tertarik pada produk dengan klaim ruqyah, meski bahan dasarnya adalah garam krosok biasa.




Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib