Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]



Sebuah perusahaan di China menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, perusahaan itu membuat kebijakan kontroversial yang mengharuskan karyawan lajang dan bercerai untuk segera menikah.


Bahkan, ada batas waktu tertentu yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut, bagi para karyawannya.

Bagaimana jika karyawan tidak melakukan kebijakan tersebut? Mereka akan mendapatkan sanksi, seperti diminta menulis surat kritik diri, dievaluasi, dan bahkan menghadapi kemungkinan pemecatan.


Shuntian Chemical Group di Provinsi Shandong, China Timur, dengan lebih dari 1.200 karyawan, adalah perusahaan yang mengumumkan kebijakan kontroversial tersebut.


Kebijakan bertujuan untuk meningkatkan angka pernikahan di perusahaan tersebut pada Januari.

Perusahaan ini mewajibkan karyawannya yang masih lajang dan bercerai dengan usia antara 28 dan 58 tahun untuk “menikah dan berumah tangga” paling lambat akhir September tahun ini.

Bahkan, mereka yang tidak melakukannya pada akhir Maret, perlu menulis surat kritik diri.


Jika mereka tidak menikah hingga akhir Juni, perusahaan akan melakukan "evaluasi" terhadap mereka.

Jika mereka masih lajang hingga akhir September, mereka akan dipecat.

Perusahaan tersebut juga telah mendukung kebijakan yang menekankan nilai-nilai tradisional China, seperti kesetiaan dan bakti kepada orang tua.



Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib