Dampak kekerasan terhadap anak seringkali diabaikan atau bahkan disepelekan. Meskipun anak-anak yang menjadi korban kekerasan menghadapi risiko masalah kesehatan fisik dan mental yang lebih tinggi serta penurunan kualitas hidup, hal ini dapat berlanjut hingga dewasa. Kekerasan terhadap anak dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari penelantaran atau penelantaran, penganiayaan, kekerasan, kekerasan psikis, kekerasan fisik hingga eksploitasi dan penjualan anak.
Dampak Kekerasan Terhadap Anak
Ketika seorang anak menjadi korban kekerasan, ia mungkin mengalami beberapa dampak negatif, antara lain:
1. Sulit mengendalikan emosi
Anak yang mengalami kekerasan akan kesulitan mengelola emosinya dengan baik. Akibatnya, emosi yang dirasakan cenderung muncul secara berlebihan, misalnya anak menjadi lebih marah, sedih, atau sering ketakutan.Ketidakmampuan anak untuk mengendalikan emosi ini bisa saja menetap hingga ia dewasa dan mempengaruhi perilaku serta aktivitas hariannya.
2. Mengalami penurunan fungsi otak
Anak yang mengalami kekerasan juga mengalami penurunan fungsi otak. Ini membuatnya sulit untuk berkonsentrasi mempelajari hal-hal baru. Dalam jangka panjang, keadaan ini dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik anak.
Tidak hanya itu, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa kekerasan pada anak mengakibatkan traumatis pada anak.
3. Sulit membangun relasi dengan orang lain
Pengalaman seorang anak sebagai korban kekerasan dapat membuatnya menjadi orang yang mudah curiga dan mudah percaya. Akibatnya, ia kesulitan menjaga hubungan dengan orang-orang di sekitarnya dan mudah merasa kesepian.
Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa korban pelecehan anak lebih cenderung gagal dalam hubungan dan pernikahan saat dewasa.
4. Menjadi pelaku kekerasan pada anak
Orang tua yang pernah menjadi korban kekerasan selama masa kecilnya dapat melakukan hal yang sama pada anaknya. Siklus ini dapat terus berlanjut bila korban kekerasan anak tidak mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi trauma yang dialami.
5. Berisiko lebih tinggi untuk mengalami kesehatan mental
Seperti yang telah dijelaskan di atas, tindak kekerasan pada anak dapat menimbulkan efek, bahkan masalah yang berkelanjutan. Korban tetap membutuhkan bantuan dan penanganan yang tepat, meski pengalaman traumatis karena tindak kekerasan anak telah lama berlalu.
Oleh karena itu, jika Anda pernah menjadi korban kekerasan anak atau menyadari bahwa kondisi yang sama pernah terjadi pada orang terdekat Anda, janganlah ragu untuk konsultasi dan memeriksakan diri ke Dokter.






