Full width home advertisement

Travel the world

Climb the mountains

Post Page Advertisement [Top]

 


Gaya hidup tanpa pernikahan/seks yang dilakukan atas alasan agama atau spiritual (Bowker 1997). Bagi banyak orang, kehidupan selibat tidak pernah terpikirkan atau terlintas dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.


Dalam pandangan agama Buddha, khususnya Theravada, selibat dikenal dengan sebutan brahmacariya, yaitu praktik menghindari aktivitas seksual untuk menjalani kehidupan moral sebagai cara untuk mengakhiri penderitaan dan mencapai kebebasan.



"Seorang Biksu dalam agama Buddha dilarang menikah karena harus menjalani kehidupan selibat/bertapa (pengampunan dosa)"


Pengertian Brahmacariya

Brahmacariya adalah praktik menghindari aktivitas seksual untuk menjalani kehidupan moral. Praktik ini dilakukan untuk mengakhiri penderitaan dan mencapai kebebasan. 

Brahmacarya adalah tahap pertama dalam Catur Asrama, yaitu empat tingkatan kehidupan dalam ajaran Hindu. Brahmacarya diartikan sebagai masa menuntut ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan tentang ketuhanan. 



BACA JUGA: Ketika Pengampunan Dosa Digantikan Dengan Uang


Dalam konteks lain, brahmacarya juga diartikan sebagai:

1.Kebajikan berselibat saat tidak menikah dan kesetiaan apabila sudah menikah 


2.Gaya hidup penuh kebajikan yang meliputi hidup sederhana, bermeditasi, dan perilaku-perilaku lainnya 


3.Tingkat pengendalian diri tertinggi, disiplin mental dan spiritual yang intens untuk mengendalikan indra guna mencapai pembebasan 


4.Meskipun ajaran Buddha tidak menganjurkan atau melarang pernikahan, namun ajaran Buddha memberikan prinsip-prinsip mengenai pernikahan. 


5.Seseorang yang sudah menikah dan memiliki anak dapat meninggalkan agamanya dan menjadi biksu di kemudian hari. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, seperti: Anak-anaknya cukup dewasa, Pasangannya setuju, Dalam kondisi kesehatan yang baik, Menemukan biara yang bersedia menasbihkan Anda. 






Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib