Lagi-lagi Aceh menjadi surga nya sumber daya alam yang melimpah, kali ini saya akan menelusuri SDA di daratan tinggi Kabupaten Aceh selatan. Khususnya di kecamatan Sawang Desa Panton Luas. Desa ini dikenal sangat rawan dan sangat ektrim masa konflik Aceh antara GAM dan RI.
Namun siapa sangka, setelah berdamai nya GAM dan RI, ternyata desa ini dikejutkan dengan penemuan tambang emas yang sangat melimpah. Hampir rata-rata hasil pertambangan didesa tersebut mencapai 1 M perhari bahkan mungkin lebih. Dengan peralatan seadanya, masyarakat setempat menggali tanah sampai puluhan meter ke dalam tanah untuk mencapai berkumpulnya emas.
Biasanya proses pertambangan tradisional ini, menggunakan 2 metode. Yang pertama, menggali tanah sampai menemukan pasir emas.
BACA JUGA : UPDATE HARGA EMAS MARET 2025
Kemudian di masukan ke guni dan di bawa ke tempat penggilingan pasir menggunakan campuran air raksa. Proses penyaringan ini memakan waktu sekitar 3 jam.
Masa pecah keemasan pada desa Panton Luas Kecamatan Sawang diperkirakan tahun 2011-2012, namun saat ini pesona kilaunya emas mulai pudar, karena hasil tambang yang di hasilkan sudah berkurang.
Resiko pun tidak main-main, apalagi jika turun hujan, area tambang sering longsor.
Sehingga banyak penambangan lebih mengambil jalan untuk kembali ke perkebunan. Selain itu, hasil yang didapatkan pelan pelan berangsur berkurang.
Namun terakhir saya kunjungi, penambangan emas tradisional ini masih aktif sampai saat ini, biarpun hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan dari sebelum-sebelumnya.







